Sore itu, Ibu membawa sebuah tas ransel berwarna cerah.
"Rani, ayo kita siapkan Tas Siaga Bencana," ajak Ibu.
Rani mendekat dengan rasa ingin tahu. "Untuk apa tas ini, Bu?"
Ibu tersenyum sambil membuka tasnya.
"Tas ini adalah tas khusus untuk keadaan darurat, Rani. Kita menyiapkannya sekarang, supaya kita tetap tenang nanti."
Ibu mengeluarkan beberapa benda dari kotak. "Ayo bantu Ibu memasukkan barang-barang penting ini," kata Ibu.
Ibu menutup ritsleting tas itu dengan rapi. "Nah, sekarang tas ini sudah siaga di dekat pintu," kata Ibu. "Jika ada gempa atau tsunami, kita tinggal menggendongnya dan pergi."
Rani memeluk tas ranselnya. "Aku tidak bingung lagi, Bu. Aku sudah siap!" seru Rani bangga.
Ibu memeluk Rani. Mereka berdua siap menjadi keluarga siaga.