Rani sedang asyik bermain di pantai. Tiba-tiba, tanah bergetar hebat. Aku merasa sempoyongan dan hampir jatuh.
Ayah berteriak, "Rani, itu gempa!" Kami diam menunggu sampai guncangan berhenti.
Lalu, hal aneh terjadi. Air laut tiba-tiba lari menjauh. Airnya surut sampai jauh ke tengah. Banyak ikan menggelepar di pasir pantai.
Aku ingin melihat ikan itu, tapi Ayah menarik tanganku. "Jangan ke sana, Rani! Itu berbahaya!" kata Ayah. Ayah mengajakku berlari secepat mungkin. Kami lari menjauhi pantai menuju tempat yang tinggi.
Tak lama, suara gemuruh terdengar. Buaaarrr! Air laut datang kembali dengan sangat besar. Air itu menerjang masuk ke daratan.
"Itu disebut tsunami," bisik Ayah. Aku bersyukur karena kami sudah berada di tempat aman.